Thursday, May 22, 2008

Centhini

Sakit yang kuderita tidak merusak dagingku,

tapi menggerogoti hatiku.

Di tiap helaan nafas, duka mengalir deras ke dadaku

Seperti laut mencurah ke kapal

Terbelah badai dan malam

Aku terpaksa menunda nafasku

Karena takut karam dalam kepedihan



centhini,

Empat Puluh Malam dan Satunya Hujan

4 comments:

zen said...

bait itu ada pada pupuh yang mana, mevrouw?

Joell de Franco said...

Mampus kowe jeng...ditakoni kuwi lho...jawaben...japlakanmu rak isih to? wakakakakakak

Mike.... said...

waduh..waduh...
apa yah maksudnya..hihihi..eksplisit yah..:D

ngatini said...

yah..kata2 itu sedikit banyak mewakili perasaanku, tapi sayangnya yang bikin bukan aku..