Tuesday, August 5, 2008

KODRAT dan KAUM GAY?

foto ryan dan noval cute dari sini

Pagi ini, sambil mata merem, muka ditutup bantal aku sempet dengerin dokter Boyke ngobrolin tentang Ryan yang belakangan ini mendadak kondang dan fotonya dijual dimana-mana bak seorang artis tersohor. Bahkan sampai diberi julukan Ryan Sang Penjagal (JENG JENG! *backsound dramatis)

Tiba-tiba aku tertarik mengaitkan fenomena Ryan ini dengan tema skripsiku yang justru mengangkat soal emansipasi perempuan, yang didalam nya ada kata KODRAT.

Hmmm..apa ya kira2 maksud ku?

KODRAT

Kodrat seringkali mengarah lebih kepada perempuan, dimana secara biologis perempuan mengalami menstruasi, pregnansi dan laktasi. Ironisnya kelebihan perempuan ini justru jadi kelemahan terbesar yang membuat perempuan cenderung bergantung pada laki-laki yang dianggap lebih kuat daripada perempuan. Sehingga perempuan ditempatkan sebagai warga kelas dua yang perannya tidak begitu diperhitungkan atau sering kita sebut diskriminasi.

Sedang kodrat laki-laki (katanya) sebagai kepala rumah tangga yang mencari nafkah. Kedengarannya lebih simple daripada perempuan. Atau sebenarnya bisa aku simpulkan lebih mudah lagi bahwa kodrat laki-laki adalah akil balig, menghamili dan disusui. Haha..

Di sebuah tulisan aku sempet baca sebenernya kodrat itu gak ada. Coba aja lihat pada bayi yang baru lahir, ciri-ciri maskulin atau feminin itu sama sekali gak ada. Yang membentuk ciri feminin atau maskulin adalah perlakuan dari lingkungan sekitarnya. Pola asuh orang tua dan lingkungan sangat berpengaruh besar dalam pembentukan ciri feminin dan maskulin tadi. Anak perempuan diberi boneka sebagai mainan dan diasuh lebih lembut dan lebih hati-hati sedangkan anak laki-laki diberi mobil-mobilan sebagai mainan dan diasuh lebih keras dan penuh disiplin karena kelak diharapkan dapat melindungi keluarganya. Hal itulah awal mula yang menyebabkan terjadinya diskriminasi yang pada akhirnya justru memojokkan salah satu gender.

Lalu, apa hubungannya dengan Ryan Sang Penjagal? (JENG! JENG! *lagi)

Orientasi seks seseorang bukan mutlak dibentuk dari kondisi hormon atau genetik semata. Menurut dokter Boyke yang ahli seksologi, 80% orientasi seks seseorang terbentuk dari kondisi lingkungan. Artinya sama dengan pembentukan karakter feminin dan maskulin tadi yang sumbangan terbesarnya adalah dari kondisi lingkungannya.

Dokter Boyke yang seorang dokter menyatakan bahwa kaum homo, lesbi dan biseksual adalah masalah disorientasi seksual. Aku sebagai orang awam sebenernya kurang setuju dengan kata ‘dis’ di depan, karena itu artinya menyalahkan orientasi mereka. Salah atau benar bukan dibentuk dari kebenaran atau kesalahan yang hakiki, tapi opini dari masyarakat yang membentuknya menjadi benar atau menjadi salah.

Nah, pertanyaanku itu, apa kodrat sepenuhnya juga berlaku buat kaum homoseks dan lesbian? Bagaimana sepasang laki-laki homoseks menjalankan kodratnya untuk mencari nafkah dan sebagai kepala rumah tangga, siapa yang akan berlaku sebagai si pencari nafkah? Karena tidak semua homoseks bersikap kinky atau berlaku seperti perempuan.

Lalu bagaimana menempatkan kodrat sepasang perempuan lesbian? Siapa yang hamil, siapa yang menghamili? Siapa yang menyusui dan siapa yang meminta susu?

Bagaimana pendapat Anda?


foto bayi imyut dari sini

38 comments:

Tukang Nggunem said...

Lha kok sampeyan malah bingung2 mikirin kodrat kaum abu2 itu...lha bagaimana dengan kodrat sampeyan sendiri yang ngaku perempuan? sudahkah menyusui laki2 yang sampeyan bilang dikodratkan menyusu???hahahaha...wah malah jadi ngandrik ni....

erwin said...

weleh mbanya..yah itu uda kehendak alam.mungkin ini tandanya dunia uda tua kali yaaa......

gus said...

hahahaha, tukang nggunem komentarnya bole tuh (walah kok malah ngomentari komentar)
Btw, setahuku kodrat itu leksikon arab yg kata dasarnya sama dengan kata takdir. tapi dimaknai berbeda dr makna aslinya.
singkatnya, seolah2 ada unsur kemauan Tuhan bila kita bernasib jelek misalnya. padahal maknanya berarti sebaliknya.
jadi itu seh bukan kodrat. tapi kecendrungan mrk sejak dini. sy dulu pernah mawancarai kaum gay yang kemudian sy tulis di majalah Gatra. tmsk Dr.dede oetomo yg ndosen di Unair Hasilnya sebagian besar mengaku bukan bawaan lahir. merka terjebak kedunia tsb hanya krn sebuah satu peristiwa traumatis. Nah loh. gimana dung dgn kodrat?

Bagus Pras said...

terus terang.., saya kaum heterosekssual.., suka sama lain jenis yang cantik dan hot. itu kodrati saya. bukan berarti kita menihilkan yang ditulis sama Jenga Ngat ,,tini. Percayalah mereka ada, tapi jangan percaya kalau belum membuktikan saya..lho kok ???

Revarius said...

hmm. mereka itu hanya tersesat ke dalam lingkaran hitam tuh mbak. btw bagus juga tuh klo mau diangkat menjadi bahan skripsi nya smoga sukses ya skripsinya mbak thanks dan salam kenal dari saya

papapam traffic said...

tambah lama tingkah manusia makin nyleneh..weleh2, duh Gusti nyuwun pangapunten.

Anonymous said...

hyyyy........ serem ngeliat foto ryan...

cerita senja said...

eh, si jeng Ngat. ak malah lagi ngerti sing jenenge kodrat ki kaya ngana to, jeng?

ck ck pinter tenan q si jeng Ngat

Mike.... said...

aq sih setuju kalo perilaku anusia itu ditentukan dr kecil,kalo cowok trus maenannya ma cewek terus sejak kecil trus maen masak2an,boneka ya gede pasti jadi banci lah..secara semua cowok tuh punya kromosom 'x' yg dipunyai wanita, jika diasah dari lingkungan ya bakalan ketularan juga..

wendra wijaya said...

Aku setuju kalo salah atau benar bukan dibentuk dari kebenaran atau kesalahan yang hakiki, tapi opini dari masyarakat yang membentuknya menjadi benar atau menjadi salah.

Udahlah gak usah dipikirin, saya yakin mereka bisa membagi tugas sendiri mana yang menyusui dan mana yang disusui,heheeee..

Kalo gak kompak, ya udah bubaran aja.. gitu aja koq repot!

eh ya, aku gak sepakat ama Revarius yg menganggap mereka (gay/lesbian) tersesat ke dalam lingkaran hitam. Sekali lagi, seperti yg juga kamu tulis, baik benar itu dibentuk dari opini masyarakat. Bagi saya gak ada yg salah apalagi tersesat menjalani hidup sebagai gay/lesbi karena semuanya memiliki jalan masing2..

Saya percaya itu!

iksan said...

komentar perdana nich ....mau ngomong apa yak... bingung

rudyahud said...

aduh....pacarnya ryan si noal tuh cakep jugah...mau ga yah ma eike....emuuuaacchhhh.....

balidreamhome said...

lha kalau Kodrat ini kan yang kawin sama kakanya temenku trus dia tinggalnya kebetulan dideket ipar dari temannya teman saya, tapi kemudian dia dipidah tugaskan kakota yang deket sama tempat tinggal paman dari adik teman saya, kok kebetulan dia itu ipar pamannya teman saya, jadilah 'kang Kodrat' ini mumet gak karu-karuan, untungnya bude dari temannya temanku bisa ngasih jamu anti puyeng :-)

Benny said...

weleh2.. pertanyaannya..
menurt saya jawaban untk kaum home sex, kan mereka dibagi lagi jadi dua.. yg satu bersifat sbg cowok yng satu cewek (tp tetap dalam konsep homo loch)

nah yg kedua ini bingung, kira2 siapa ya bisa yg mau menghamilinya.. hehe

ROE said...

AKIBAT PERGAULAN BEBAS.

gak nyambung yah... he..he..

Mufti AM said...

Manusia hanyalah aktor yang berperan dalam film kehidupan. Apapun yang telah digariskan sebagai kehendak "Sang Sutradara" ya harus dijalani sejak peran pertama ia mainkan hingga akhir hidupnya.

ebby! said...

hidup itu semuanya ttg pilihan.
mau jadi gay ato lesbi juga semuanya pilihan.
anyway, i love ur blog! :)

Elys Welt said...

ngomong2 tentang gay ... hmmm... di sini malah mereka boleh menikah secara syah , piye jal

Don Danang said...

berarti lingkungan berpengaruh merubah kodrat manusia? Manusialah yang salah karena telah merubah kodrat-nya sendiri.

Ahhh pusink... hehe

ngatini said...

dear :

% Tukang Nggunem > wah, kowe kok terkena sindrom 'mbajing' ala ****** (sensor) Aku udah menyusui apa belum ya you want to knowwww...ajahhh...

% Erwin > Bukan, itu kehendak manusianya..tapi apapun pilihannya harus kita hargai..

% Gus > menurut buku besar Bhs Ind.(weleh..) kodrat itu pemebrian dari Tuhan sejak kita lahir yang gak bisa kita hindari..ya ayo kita cari aja kira2 yang kita bawa sejak lahir..

% Bagus Pras > terus terang juga saya belum jelas orientasinya kemana..jadi saya belum bis membuktikan sampeyan>.<

% Revarius > Jangan gitu bro..jangan anggap mereka ada di lingkara hitam..bisa2 mereka melihat kaum hetero juga sebagai orang2 yang munafik lho.. eniwe..salam kenal juga bro..beda pendapat it's ok asal kita saling menyayangi..hehe. en satu lagi..bahan skripsi aku sebenrnya bukan ttg gay..tapi tentang perempuan

% Papapam traffic > "aku maafkan" (god said..ups!)

% TheGands > kalo serem liat aku aja biar tambah serem..

% Cerita senja > ck..ck..ck *logat jawa yang kental dan ndeso* aku yo ndak mudheng Nyah laghek ngomong opo, wong yo ning ndesoku aku ghak sekolah..

% Mike > makanya jangan kebanyakan makan kedelai ya..bikin hormon esterogen meningkat

% Wendra Wijaya > Thank god ada yang mendukungku..lopyu wendra..

% Iksan > wah..gak forum ni iksan ni..

% rudyahud > eh gilingan telenan cobekan nih si endangggggg...

% BaliDreamHouse > kao Kodrat yang aku kenal malah tukang sol sepatu, jangan2 iparpamanya temenmu itu yang ngesol sepatu?? berarti kita sodara donggg???????

% Benny > nah itu dia..yang homo juga yang hamil siapa coba? kalo lesbian ya kan bisa minta sumbangan..siapa hayo yang mau nyumbang??

% Roe > kamu kali yang bergaul terlalu bebas, makanya gak nyambung..kembalilahke jalan yang benar..

% Mufti AM > "SUTRADARA" kita memang hebat!

% Ebby! > bener, hidup itu pilihan, gak ada kata terpaksa..
I Love u Too...emuahhh (wah lesbian nih) >.<

% Elys Welt > 'secara SAH' kaleee..hehe kalo SYAH mah dari nama orang melayu..>.<

% Don Danang > gak usah dipikir..aku menerimamu apa adanya kok..wekekekek!

Lukman Chakim said...

Weleh...weleh...
Bocah yang namanya Ryan tu kok jadi tenar banget ya...
Makanya kalo mau tenar, jadi kayak Ryan dulu Ya...
Yah lumayanlah bisa masuk TiPi tiap hari...
Ho...Ho...Ho... 262 x

Dadap said...

ngliat kamu jangan2 ryan sembuh tini... hehe...

charis said...

bener2 sex education bermutu neh....tapi sapa ya yang mau..

mantan gay said...

hmmmm...ngomongin masa lalu saya neeh :D

ROE said...

No comment ah.. saya bukan komunitas ini, jadi gak tahu seluk beluknya. he..he.. gak nyambung yah. sorry deh

richard™ said...

laki-laki-pemimpin, perempuan-penolong. kalopun kepleset, laki-laki-pemimpi, perempuan perongrong. jika keplesetnya ekses, paling bercerai. setidaknya, demikian yang saya tau seputar itu terkait kodrat. soal lesbi atau gay yang membangun rumah tangga, mungkin lebih ke pilihan, bukan terkait kodrat.

123456 said...

hhm, kodrat atw bukan ya....
saya gak tahu pasti...
menurut saya, apapun itu selama tidak merugikan dan menyakiti diri sendiri, keluarga, dan orang lain, pilihan hidup yg sdh mereka ambil adalah sah-sah aja...

yuni cahya said...

Menurutku kodrat ya KODRAT. Sgala sesuatu yang memang sudah semestinya alias otomatis, no compromise, dan slalu mendapat anggukan universal alias no problem. Justru orng yg msh binun dg makna kodrat perlu dipertanyakan, are you okay? are you straight? kodrat kan dijalani dg mengalir, uhhh... jd panjang n berat neh,hehe..

si dede jadul punya said...

emang bener mbak, kodrat tu gada!
cm konstruksi masyarakat doang..
apalagi kita sbg kaum perempuan yg dapet predikat kodrat 'dapur':
wew!
yoi, cewek emang harus ngurus suami dan ngendon d dapur..
aaaaaaaaahh.. tu bukan kodrat! tu pilihan!!
oya, mbak, skripsi kodrat-nya ditambahin konsep glass-ceilling effect deh.. pasti lebih yahud!! dijamin si pembimbing bakalan ngajak kawin.. LHO?!

EbleH 182 said...

Dede kok bilangnya kawin sih?? Ikut...

Kodrat memang sulit di pahami. Tapi bisa juga terjadi.. kalo menurut mbah wijen, kodaratku jadi orang laki2 tulen, kaya dan mati masuk surga.. Amin.

Bolasinema said...

Kalau urusannya cuma jenis kelamin, pria atau wanita, itu sudah jeeeeeelas. Lah dari bentuk onderdilnya aja udah kelihatan.Bahwa dari sononya tuh Sang Pencipta sudah membentuk bahwa pria cuma bisa disandingkan dengan wanita, dalam urusan seks. Lain cerita kalau urusan kerja, dagang, atau bikin kue. Yang satu "barangnya" nongol keluar (lebih aktif gitu...). Yang satu berlubang ke dalem (lebih pasif/pasrah menerima...). Jadi jelas dan telak kalau melihat bagaimana Tuhan menciptakan produksi manusia itu. Cuma naluri manusia saja yang memang pada dasarnya selalu merusak apa yang alam sudah sediakan.

Xpresi said...

orang yang memuiliki kelianan orientasi sex memang terkenal sadis...

dee said...

emang si noval itu cute ya..?
tp dia naksirnya ryan ya, hehe..
klo saya blom nikah en melahirkan, apa sy bs dibilang ga menjalani kodrat sbg perempuan? ada temen saya umur 40 taun blom nikah.. apa itu menyalahi kodrat juga..? *lah jd balik nanya neh..

Bani said...

Wah..Ada yang mau bikin film tentang rian gak???

seezqo said...

Setiap manusia emang punya kecenderungan heteroseksual sekaligus homoseksual. Tinggal yang mana yang lebih dominan.
Bukan soal kodrat. Kalau kodrat yah laki2 yang nyuntik wanita yang ngelahirin, itu belum berubah. Kecuali kalo suatu saat di tubuh pria bisa di tanam rahim jadi bisa mengandung juga.

utchanovsky said...

Berhubung saya takut sama Tuhan saya, persoalan mengenai ini ngikut aturannya Dia ajah.

Tapi dilihat dari logika fisiknya, emang co n ce udah pasangannya masing2 kan

brainwashed said...

hehehe aku ngisi komen cm pgn didoain cepet dapet jodoh.. cewe loh tentunya..hehe ngikutin dari sononye aje deh :D

Anonymous said...

Redtube