Friday, September 12, 2008

APA KARENA AKU PEREMPUAN

Aku memang perempuan yang sering memperhatikan banyaknya bentuk kekuasaan laki-laki yang menyingkirkan hak perempuan. Aku belum bisa dikatakan sebagai feminis kalau ternyata pengetahuanku masih terlalu minim untuk memperjuangkan perempuan. Tapi aku juga tidak menolak jika disebut feminis selama kata feminis tidak diartikan sebagai bendera perang-ku terhadap laki-laki karena tidak bisa dihindari bahwa banyak kebahagiaan yang juga aku peroleh dari mereka; kakak laki-lakiku, adik laki-lakiku, teman laki-lakiku, juga pasangan laki-lakiku.

Kesalahan persepsi itu akhirnya bisa jadi boomerang buatku ketika aku ingin mengekspresikan kemarahanku. Aku yang sedang marah sering dianggap gila, divonis kesurupan, bahkan dicap berkepribadian ganda.

Ketika aku marah, keluar pertanyaan untukku,
“ Kamu ini kenapa sih?”
atau
“Kamu kerasukan apa sih?”

Pertanyaan itu menegaskan bahwa sumber kemarahanku diremehkan dan dianggap sebagai kegilaan perempuan yang tidak beralasan dan tidak rasional. Kegilaanku muncul sebagai hasil dari kemarahan-kemarahan yang tidak tersalurkan. Aku selalu dituntut jadi perempuan ‘normal’ yang serba lupa; lupa sakit, lupa penyesalan, kekesalan dan kelelahan.

Curahan kemarahan ini pun bisa dianggap sebagai usaha diri dalam membentuk image perempuan yang tersakiti.

Tapi BUKAN!

Aku bukan orang yang paling menderita dengan mengatakan ini.
Aku juga bukan orang yang paling benar dengan mengungkapkan ini.
Kemarahanku mungkin mengandung kesalahan.
Kebenaranku juga bukan mengharapkan kekalahan dari pihak lain.


Inspired by Aquarini Priyatna

36 comments:

Haris Firdaus said...

hidup feminisme, hidup ngatini!he2.

Andri Kusuma Harmaya said...

Dalam hidupku,aku jg banyak berinteraksi dg yg namanya perempuan:nenek,ibu,mantan pacar.Perempuan dan lelaki seharusnya bisa saling melengkapi.Tidak semua hal bisa dikerjakan perempuan,demikian jg sebaliknya.Dan kupikir km jg setuju kalo perempuan lebih mengedepankan perasaan dibanding logika.Kenyataannya,aku lebih sering melihat ibu menangis dibanding ayah.

acy said...

welah mbak ngatini kie ura2 pow nesu2 yaw??he3x :)

MBAH IM said...

Laki-laki dan perempuan adalah kenyataan. Saya bingung...mengapa masih harus diperdebatkan ? Mengapa banyak tuntutan kesetaraan gender ? Mengapa harus ada aktivis feminisme ? Jujur saja, secara pribadi mungkin kebanyakan laki-laki tak mempermasalahkan gender asal sesuai dengan kualitas dan kapabilitasnya. Seringnya gesekan gender, terjadi karena dilatarbelakangi masalah atau kepentingan-kepentingan tertentu yang sengaja ditiupkan ke dalamnya supaya menjadi isu yang strategis....

Reza Arielfanda said...

gw gak pernah ngeremehin perempuan...

ngatini said...

Haris > hidup semua orang!!

Andri Kusuma > Karena dari dulu perempuan dikonstruksi ligkungan dan adat untuk jadi perasa sedang laki2 dikonstruksi sebagai laki2 yang keras, kuat dan bertanggung jawab.coba aja liat anak kecil laki-laki yang menangis..kadang ibunya bilang "jangan nangis! kamu kan laki-laki" nah itu contoh kecil dari pembentukan lingkungan terhadap karakter manusia.

Acy > ura2 apaan sih??hehe

Mbah im > aku bukan memperdebatkan mbah..dan jangan salah dalam mengartikan kesetaraan gender, lain kali aku bakal posting ttg ini. Tapi jujur aja aku kecewa dengan tanggapan mbah im ini.. karena masih ada kesalahan pengertian dari makna kesetaraan gender dan arti feminisme yang sesungguhnya.

Reza Arielfanda > ya bukan ngeremehin perempuan aja, ngeremehin siapapun emang gak baek..:D

papapam traffic said...

karena wanita aq hidup..karena wanita aq dpt bercinta, knp harus disakiti?

Herdin O. T. said...

Perempuan memang sdh dianggap lembut dan feminim berlawanan dg laki-2.
makanya kemarahan perempuan kadang tidak dianggap bahkan diremehkan krn sdh adanya image bahwa perempuan ibarat air yg dpt mamadamkan kemarahan laki-2...

paddi said...

saya sangat menghargai yang namanya perempuan,Mbak untuk menghitamkan latar blog caranya gimana sih...?

Mufti AM said...

Perempuan dan laki-laki adalah pasangan yang serasi. Keduanya dapat membentuk suatu kehidupan baru yang akan meneruskan garis keturunan dari kehidupan saat ini. Laki-laki dan perempuan seharusnya menempati peran dan fungsinya masing-masing dan saling menghormati satu sama lain.

Dony said...

CINTAILAH akyu wahai perempuan......

Anang said...

wanita adalah makhluk yang harus disayangi dan dicinta...

Dien said...

I love you, ngatini....

tuteh said...

Iya, sist. Kadang kalo kita udah sering2nya guyon, ceria...pas lagi marah orang bakal bilang kita lagi "datang bulannya gila" atau apalah... mereka nggak nggak ngerti kalo kitah kan juga bisa marah... hehehe...
Salut yang paling akhir dari postinga ini... bukan orang yang paling menderita, bukan orang yang paling benar... great :)
met wiken :)

Bagus Pras said...

Ada apa dengan Ngatini? Karena dia perempuan.

Kenapa Ngatini perempuan? Karena dia cantik?

Kenapa Ngatini Cantik? Karena aku suka..

KABUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUR.

Esha said...

Setidaknya kemarahan itu berani diungkapkan....banyak dari kita yang tidak berani mengungkapkan kemarahan...kesabaran menjadi kata yang terkadang membelenggu diri untuk terlalu banyak bertoleransi terhadap berbagai macam hal....

NAZA LUCKZANA said...

ada apa dengan lakilaki tante? dan kenapa dengan perempuan.....coba kita tukar kelamin barang sesaat, sampai tante bisa memposting dengan judul" APAKAH KARENA AKU LAKI LAKI". entar baru kelaminnya ditukar lagi. hi..hi..hi...emang bautnya dimana ya kalo mau nglepas?

Ra Penting Blas said...

Judunya ganti wae Tien : APA AKU PEREMPUAN??? hahahaha...ngopo to kowe? kok sajak stress ngono...

Panda said...

ada apa mbak ????

sabar aja lah :)

volverhank said...

waduh, tenangg dong tante

www.volverhank.com

MBAH IM said...

He..he..jangan marah nduk, itu cuma pendapat simbah sebagai orang awam semata. Lepas dari itu, laki-laki dan perempuan mempunyai keunggulan dan kelemahan satu sama lain. Oleh karena nya keduanya tercipta untuk saling melengkapi. Alangkah indahnya hidup ini bila laki-laki dan perempuan bisa saling mengasihi, menyayangi dan berbagi peran dengan wajar.

Saya pun tidak antipati dengan kaum feminis. Komentar saya kemarin pun hanya untuk mengkritisinya semata...

Sudah ya nduk sik ayu dhewe...hehe, jangan ngambek lho..

Benny said...

ada apa denganmu.. embak ngatini?

richard™ said...

loh, saya, "kapanpun" dan si jeng Ngat kan memang diberikan award gila oleh si gila itu :P kok jadi nggak pe-de sih? apa kita somasi saja si pemberi award itu :P

cahpesisiran said...

go girl power go!!!
semangat-semangat. menurutku, marah boleh kok asal masih bisa kendalikan diri n kontrol emosi.
klo marah ditahan ntar bisa senewen, tul?

ink said...

berkepribadian ganda ato berkepribadian janda...??
asal ga berkelamin ganda ajah...

umm...

hidup multiple personality...!!!
hidup disorientasi seksual...!!!
hidup transgender...!!!

...

ups..!

Oeoes said...

sabar mbak, sabar.
mbak gak sedang kerasukan kan...?
hehehehe

dee said...

perempuan dan laki-laki seharusnya ga saling menjatuhkan atw mengalahkan. gmn bisa, toh nnt akan hidup berpasangan kan.. klo punya suatu pendapat, omongin aja tin, drpd km marah2 dan dianggap ga jelas..

sayurs said...

ternyata dirimu perempuan to, bung ? eh ups.. :D

Tony said...

lagi bermasalah dengan laki2 kah??

Antown said...

tulisannya menggebu-gebu. luar biasa!! bagus2.. lho apanya town?

mbak ngat, blog saya pindah di dotcom. barangkali mau diganti linknya.

silakan kunjungi
antownholic.com

alief said...

sing sabar.....

extranyos said...

aku marah! mo tidur tapi ga ngantuk2! marah!

Anonymous said...

"Aku selalu dituntut jadi perempuan ‘normal’ yang serba lupa; lupa sakit, lupa penyesalan, kekesalan dan kelelahan."

bener tuh. kadang tanpa disadari para pria mengganggap semua yang kita lakukan buat dia itu take it for granted aja. semua jadi hal yang biasa kerna kita ga mengeluh dan serba lupa itu tadi. giliran sekalinya kita mengeluh pasti para co pada heboh. mereka pikir kita aneh dan bla... bla... bla...

tapi ga bisa dipungkiri klo ce dan co itu saling memiliki dan saling membutuhkan. ya tho?

lovelydee said...

Pasti yang selalu mempertanyakan tuh cowok ya? Mmm... mungkin karena dirimu banyak bergaul di kalangan cowok.. Jadi banyak yang mempersoalkan emosi kewanitaanmu.. Karena mereka gak ngerti, coz ga ngalamin sendiri... Misal di deket temen2 cewek, yang ada malah pertanyaan yang lembut, dan berusaha menentramkan...

ryendzoom said...

eeeeeeeem!!!!!aku cuma ingin berkata "hidup sebagaimana perannya"

blonty said...

asyik bacanya: mengalir, lugas, tegas.

salam kenal, bu.... :p